ASPEK PENALARAN DALAM KARANGAN ILMIAH
TUGAS 4 - BAHASA INDONESIA 2
"ASPEK PENALARAN DALAM KARANGAN ILMIAH"
Nama : Suci Febri Wulandari
NPM : 18213657
Kelas : 3EA34
=> Penalaran
Setiap saat selama hidup kita, terutama dalam keadaan jaga (tidak tidur), kita selalu berpikir. Berpikir merupakan kegiatan mental. Pada waktu kita berpikir, dalam benak kita timbul serangkaian gambar tentang sesuatu yang tidak hadir secara nyata. Kegiatan ini mungkin tidak terkendali, terjadi dengan sendirinya, tanpa kesadaran, misalnya pada saat-saat kita melamun. Kegiatan berpikir yang lebih tinggi dilakukan secara sadar, tersusun dalam urutan yang saling berhubungan, dan bertujuan untuk sampai kepada suatu kesimpulan. Jenis kegiatan berpikir yang terakhir inilah yang disebut kegiatan bernalar.
Berdasarkan uraian di atas, dapatlah dicatat bahwa proses bernalar atau singkatnya penalaran merupakan proses berpikir yang sistematik untuk memperoleh kesimpulan berupa pengetahuan. Kegiatan penalaran mungkin bersifat ilmiah atau tidak ilmiah
Berdasarkan uraian di atas, dapatlah dicatat bahwa proses bernalar atau singkatnya penalaran merupakan proses berpikir yang sistematik untuk memperoleh kesimpulan berupa pengetahuan. Kegiatan penalaran mungkin bersifat ilmiah atau tidak ilmiah
=> Menulis Dengan Proses Penalaran
Menulis merupakan proses bernalar. Dimana pada saat kita ingin
menulis sesuatu tulisan baik itu dalam bentuk karangan atau pun yang
lainnya, maka kita harus mencari topiknya terlebih dahulu. Dan dalam
mencari suatau topik tersebut kita harus berfikir, maka pada saat kita
berfikir tanpa kita sadari kita sendiri telah melakukan proses
penalaran.
=> Penalaran Induktif & Deduktif dalam Karya Ilmiah
-Penalaran Induktif
Contoh penalaran induktif :
Harimau memiliki taring.
Anjing memiliki taring.
Serigala memiliki taring.
Semua hewan karnivora memiliki taring.
Penalaran induktif dapat berbentuk generalisasi, analogi, atau hubungan sebab akibat. Generalisasi adalah proses berpikir berdasarkan hasil pengamatan atas sejumlah gejala dan fakta dengan sifat-sifat tertentu mengenai semua atau sebagian dari gejala serupa itu. Analogi merupakan cara menarik kesimpulan berdasarkan hasil pengamatan terhadap sejumlah gejala khusus yang bersamaan. Hubungan sebab akibat ialah hubungan ketergantungan antara gejala-gejala yang mengikuti pola sebab akibat, akibat sebab, dan akibat-akibat.
- Penalaran Deduktif
Penalaran deduktif merupakan penalaran
yang beralur dari pernyataan-pernyataan yang bersifat umum menuju pada
penyimpulan yang bersifat khusus.
Contoh :
Obat telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan manusia masa kini. Bahkan, karena begitu akrabnya, orang justru semakin tergantung pada obat, semakin terbiasa menggunakan obat. Penggunaan obat-obatan kini justru terlihat sebagai gaya hidup modern. Mereka perlu tampil seksi, bukan sehat, perlu obat kuat, bukan hidup harmonis, dan lain-lain. Faktanya zat-zat yang terkadnung dalam oat dan efeknya bagi tubuh kita sering tidak kita perhatikan kaerna menganggap obat itu menyembuhkan tanpa memerhatikan apa yang sebenarnya terkandug dalam obat tersebut. Dalam pemilihan obat harus diperhatikan adanyna kandungan bahan-bahan kimia yang justru menimbulkan dampak buruk terhadap tubuh kita.
Obat telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan manusia masa kini. Bahkan, karena begitu akrabnya, orang justru semakin tergantung pada obat, semakin terbiasa menggunakan obat. Penggunaan obat-obatan kini justru terlihat sebagai gaya hidup modern. Mereka perlu tampil seksi, bukan sehat, perlu obat kuat, bukan hidup harmonis, dan lain-lain. Faktanya zat-zat yang terkadnung dalam oat dan efeknya bagi tubuh kita sering tidak kita perhatikan kaerna menganggap obat itu menyembuhkan tanpa memerhatikan apa yang sebenarnya terkandug dalam obat tersebut. Dalam pemilihan obat harus diperhatikan adanyna kandungan bahan-bahan kimia yang justru menimbulkan dampak buruk terhadap tubuh kita.
=> Isi Karangan
Karangan mungkin menyajikan fakta (berupa benda, kejadian, gejala, sifat atau ciri sesuatu, dan sebagainya), pendapat/sikap dan tanggapan, imajinasi, ramalan, dan sebagainya. Karya ilmiah membahas fakta meskipun untuk pem-bahasan itu diperlukan teori atau pendapat.
Bagian isi ialah bagian inti
dalam karya ilmiah yang meliputi bab pendahuluan, bab landasan teoretis, bab
objek lokasi penelitian (khusus praktik kerja), bab pembahasan (analisis data),
dan bab penutup. Dengan kata lain, bagian isi merupakan penelitian si penulis.
Bab pendahuluan memuat penjelasan atau pengantar tentang isi
karangan ilmiah. Bab ini juga memuat landasan kerja dan arahan dalam penyusunan
karangan ilmiah. Pada bagian ini, diuraikan (a) masalah yang akan diteliti, (b)
contoh masalah, (c) penjelasan tentang dipilihnya masalah ini bagi penulis atau
pun bagi orang lain, dan (d) argumentasi yang logis antara data (realitas) dan
teori (harapan).
Identifikasi masalah merupakan garis besar yang akan diteliti atau diuraikan. Identifikasi masalah ini disajikan dalam bentuk pertanyaan. Akan tetapi, pembatasan masalah merupakan bagian yang menyempitkan atau membatasi pokok permasalahan sehingga kajian tidak terlalu luas dan abstrak.
Tujuan penelitian merupakan sasaran yang akan dicapai atau
dihasilkan dalam penelitian ini(harus sejalan dengan identif ikasi masalah),
sedangkan kegunaan penelitian merupakan penegasan tentang manfaat yang akan dicapai
baik secara teoretis maupun secara praktis. Kerangka teori berisikan
prinsip-prinsip teori (dari para ahli) yang dijadikan dasar untuk menganalisis
data.
Penelitian ilmiah harus
menerapkan metode dan teknik penelitian.
Metode penelitian ialah seperangkat alat yang tersusun secara sistematis dan
logis, sedangkan teknik penelitian ialah tata cara melakukan setiap langkah-langkah
metode penelitian.
Lokasi penelitian ialah tempat penelitian dilaksanakan. Lamanya
penelitian dapat dilakukan dengan membuat rencana atau jadwal kegiatan
penelitian.
Penelitian ilmiah harus
menyajikan sekaligus memaparkan sumber
data. Sumber data ini merupakan bahan yang diteliti. Jika penelitian ini
berasal dari buku, misalnya, novel, majalah, surat kabar, tabloid, identitas sumber
data tersebut harus dicantumkan. Jika sumber data itu banyak dan beragam, dapat
digunakan sampel dan populasi.
=> Fakta Sebagai Unsur Dasar Penalaran Karangan
Fakta berarti
sebuah hal (keadaan atau peristiwa) yang merupakan sebuah kenyataan,
sesuatu yang benar-benar terjadi dan bukan merupakan sebuah fiktif
(kebohongan), fakta juga merupakan pengamatan yang telah diverifikasi
secara sistematis (sesuai dengan bukti).
Selain itu, kita dapat
menggolong-golongkan sejumlah fakta ke dalam bagian-bagian dengan
jumlah anggota yang sama banyaknya. Proses seperti itu disebut
pembagian, namun pembagian di sini memiliki taraf yang lebih tinggi
dan disebut klasifikasi.
Memasukkan fakta-fakta
ke dalam suatu hubungan logis berdasarkan sebuah sistem, suatu
klasifikasi akan berhenti jika sudah sampai kepada individu yang
tidak dapat merupakan spesies.
Sehingga dapat disimpulkan bahwa:
Aspek penalaran sangat
diperhatikan dalam setiap penulisan karangan ataupun jenis tulisan
lainnya karena itu, seorang penulis harus mengenal kriteria dan
mengetahui prinsip-prinsip proses penaksiran fakta dan kebenaran
penarikan kesimpulan yang sah dalam tulisanyang dibacanya
Kemampuan penalaran yang
logis sangat diperlukan bagi peneliti, selain itu kita juga perlu
mengesampingkan emosi, sentimen pribadi atau sentimen kelompok. Sebab
penalaran adalah suatu proses berpikir terhadap suatu yang diamati
dengan menghasilkan kesimpulan, sedangkan, penulisan ilmiah merupakan
suatu kegiatan penulisan berdasarkan hasil penalaran penulis terhadap
permasalahan ilmiah.
Penulisan ilmiah mempunyai
keterkaitan yang erat dengan konsep penalaran ilmiah, sebab suatu
karangan sesederhana apapun akan mencerminkan kualitas penalaran
seseorang. Penalaran itu akan tampak dalam pola pikir penyusunan
karangan itu sendiri.
Referensi
Rahayu, Minto. 2007. Bahasa Indonesia di Perguruan Tinggi. Jakarta: Grasindo.
iqbalalkhazim.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/39424/aspek-penalaran-dalam-karangan.pdf (diakses pada 25 April 2016)
https://luckyfication.wordpress.com/2012/09/24/intiisi-karangan-ilmiah/ (diakses pada 25 April 2016)

0 komentar:
Posting Komentar