SILOGISME
TUGAS 2 BAHASA INDONESIA 2
"SILOGISME"
Nama : Suci Febri Wulandari
NPM : 18213657
Kelas : 3EA34
A. Pengertian Silogisme
Silogisme adalah jenis penalaran deduksi secara tidak langsung. Silogisme merupakan penemuan terbesar dari ahli filsafat terkenal, Aristoteles. Dalam pengertian
umum, silogisme adalah suatu argument deduktif yang terdiri dari dua
premis dan satu kesimpulan. Silogisme adalah setiap penyimpulan tidak
langsung, yang dari dua proposisi (premis-premis) disimpulkan suatu
proposisi baru (kesimpulan). Premis yang pertama disebut premis umum
(premis mayor) dan premis yang kedua disebut premis khusus (premis
minor). Kesimpulan itu berhubungan erat sekali dengan premis-premis yang
ada. Jika premis-premisnya benar maka kesimpulannya juga benar.
B. Macam-Macam Silogisme
Berikut ini adalah jenis – jenis paragraf silogisme dan beserta contohnya:
1. Silogisme Kategorial
Silogisme Kategorial ialah silogisme yang terjadi dari tiga proposisi.
Dua proposisi merupakan premis dan satu proposisi merupakan simpulan.
Premis yang bersifat umum disebut premis mayor dan premis yang bersifat khusus disebut premis minor.
Contoh:
a. PU : Semua makhluk hidup memerlukan makanan.
PK : Tumbuhan bisa bernafas dan berkembang biak.
K : Tumbuhan memerlukan makanan.
b. PU : Semua siswa SMA Budi Pekerti mengikuti study tour.
PK : Adit belajar di SMA Budi Pekerti.
K : Adit mengikuti study tour.
PK : Adit belajar di SMA Budi Pekerti.
K : Adit mengikuti study tour.
2. Silogisme Hipotesis
Silogisme Hipotesis adalah silogisme yang terdiri atas premis mayor yang berproposisi kondisional hipotesis dan premis minornya merupakan pernyataan kategoris.
Contoh:
a. PU : Apabila besok hujan, saya tidak akan datang.
PK : Hari ini hujan.
K : Hari ini hujan, saya tidak datang.
b. PU : Saya akan membeli motor baru jika punya uang.
PK : Saya memiliki uang banyak.
K : Saya membeli sepeda motor.
3. Silogisme Alternatif
Silogisme Alternatif adalah silogisme yang terdiri atas premis mayor berupa proposisi alternatif. Kalau premis minornya membenarkan salah satu alternatif, simpulannya akan menolak alternatif yang lain.
a. PU : Budi bersekolah di SMA atau SMP.
PK : Budi bersekolah di SMA.
K : Budi tidak bersekolah di SMP.
b. PU : Dina pergi ke kampus membawa mobil atau motor
PK : Dina pergi ke kampus membawa mobil
K : Jadi, Dina pergi ke kampus tidak membawa motor
Referensi:
- Dr. E. Zaenal Arifin, M. Hum. dan Drs. S. Amran Tasai, M. Hum. 2010. Cermat Berbahasa Indonesia. Jakarta: Akademika Pressindo.
- Prihantini, Ainia. 2015. Master Bahasa Indonesia. Yogyakarta: PT. Bentang Pustaka.
- http://www.kelasindonesia.com/2015/05/contoh-paragraf-silogisme-dan-entimen-beserta-definisinya.html (diakses pada 01 April 2016)

0 komentar:
Posting Komentar